Penerbit dan Percetakan, Apakah Sama?

Banyak orang mengira bahwa penerbit dan percetakan itu adalah sama. Namun, tak sedikit pula yang sudah mengetahui bahwa keduanya jelas berbeda. Logikanya, jika keduanya sama, pasti namanya juga akan sama. Iya, kan?

Nah, bagi kalian yang masih bingung, di sini akan diulas beberapa perbedaan mendasar antara penerbit dan percetakan.

Pertama, penerbit adalah tempat dimana buku dibuat, mulai dari proses editing naskah, layout, pemberian cover, pendaftaran ISBN, hingga naskah siap masuk ke percetakan untuk selanjutnya dicetak menjadi buku. Sedangkan, percetakan ialah mencetak naskah-naskah dari pihak penerbit yang telah siap dicetak menjadi buku. Selain mencetak, perusahaan percetakan biasanya juga kerap menerima permintaan pracetak (layout) dan pascacetak (pengiriman).

Kedua, dilihat dari segi modal, penerbit memerlukan modal lebih sedikit jika dibandingkan dengan percetakan. Penerbit tidak memerlukan alat-alat cetak yang berukuran besar dan harganya mahal seperti halnya pada percetakan. Namun, penerbit memerlukan tim kreatif untuk mengembangkan naskah agar menjadi buku dengan nilai jual tinggi.

Ketiga, tempat menjalankan bisnis penerbitan tidak memerlukan lahan yang luas, bahkan bisa dijalankan di dalam satu ruangan sempit sekalipun. Berbeda dengan percetakan yang cenderung memerlukan lahan yang cukup luas untuk berbagai peralatan yang berukuran besar.

Pada perjalanan bisnis, banyak penerbit yang akhirnya memiliki percetakan sendiri. Tujuannya adalah untuk memangkas biaya cetak dan menurunkan harga, sehingga harganya terjangkau oleh konsumen. Selain itu, percetakan di sebuah penerbit juga dapat menambah income jika menerima order cetak dari pihak lain.

Jadi, jika kalian ingin membuat buku, maka cukup kirimkan naskah kepada penerbit. Untuk proses selanjutnya, pihak penerbit yang akan mengolah sehingga layak cetak dan memasukkannya ke pihak percetakan.  Namun, jika kalian sudah memiliki naskah yang sudah siap cetak (sudah melalui proses editing, layout, sudah terdapat ISBN dan pemberian sampul/cover), maka kirimkan naskah siap cetaknya ke percetakan. Naskah siap cetak biasanya digunakan untuk kalangan sendiri yang tidak memerlukan ISBN.