Pengin Kuliah di Jurusan Biologi? Ketahui 4 Fakta Ini!

Saat mendengar ‘Biologi’, apa yang kamu pikirkan? Apakah itu jurusan yang pingin kamu masuki saat lulus sekolah nanti? Jika iya, kamu perlu mengetahui beberapa fakta di jurusan Biologi yang mungkin tidak terpikirkan olehmu.

1. Biologi tidak Melulu Soal Hafalan

Ya, tidak dipungkiri jika banyak siswa yang tidak menyukai pelajaran Biologi karena menganggap materinya dipenuhi dengan hafalan. Karena, memang demikian fakta yang dipelajari di sekolah. Namun, jika sudah masuk di bangku perkuliahan, mindset tersebut tidak sepenuhnya benar. Di bangku kuliah, banyak sekali teori dalam biologi yang tidak hanya memerlukan hafalan, tetapi juga pemahaman. Bahkan, ada teori yang hanya bisa dimengerti setelah memahaminya. Nah, jika ingin masuk jurusan Biologi, jangan kaget jika banyak dosen yang mengatakan jika kamu disuruh untuk melepaskan hafalan yang kamu peroleh di bangku sekolah. Dosen akan membimbingmu untuk belajar dengan metode memahami dibanding hanya sekadar menghafal.

2. Banyak Konsep Biologi di Sekolah yang Kurang Tepat

Berkaitan dengan point pertama, materi di bidang biologi sangat luas. Materi yang kamu peroleh di bangku Sekolah hanya sebagian kecil dan merupakan generalisasi dari materi di biologi. Nanti, saat kuliah, kamu bakal mendapat materi yang lebih mendalam terkait sub bab tertentu. Dari sinilah, saya mengatakan jika sebenarnya tidak semua generalisasi konsep di biologi dapat diterapkan di semua komponen biologi. Akan selalu ada pengecualian-pengecualian yang tidak mengikuti aturan umum seperti yang telah kamu pelajari di sekolah. Misalnya, jika selama ini kamu mempelajari bahwa tanaman monokotil memiliki ciri batang yang tidak berkambium, sehingga batangnya lunak, maka nanti di bangku kuliah akan dijelaskan bahwa ada tanaman monokotil yang berbatang keras. Misalnya pohon palm dan kelapa.

3. Sering Berinteraksi dengan Alam

Biologi selalu berkaitan dengan alam. Karena, di alam inilah makhluk hidup berada. Sedangkan, biologi memang ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup dan seluk-beluknya. Di jurusan Biologi, selain terdapat praktikum di laboratorium juga terdapat praktikum lapangan yang dilakukan secara mandiri dan hanya dipandu dengan buku panduan praktikum. Nah, mahasiswa biologi kerap melakukan penelitian di alam terbuka untuk mengetahui fakta-fakta tentang makhluk hidup. Misalnya, praktikum di gunung, sungai, pantai, sawah, dan lain sebagainya. Melalui praktikum ini, kamu akan belajar tentang komunitas, populasi, habitat, hingga interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Sehingga, kamu bakal mengetahui mengapa ada tanaman dan hewan endemik. Bagi yang menyukai tantangan, tentu saja ini sangat menyenangkan. Karena, belajar tidak harus melulu di dalam kelas, di alam pun kita bisa belajar banyak hal.

4. Banyak Praktikum dan Laporan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa di Biologi ada praktikum laboratorium dan lapangan. Nah, tentu saja salah satu bentuk pertanggung jawaban dari kegiatan tersebut adalah laporan yang wajib di serahkan kepada dosen atau asisten dosen. Bentuk laporan ini beragam, ada yang individu maupun kelompok, baik diketik maupun tulis tangan. Pembuatan laporan ini cukup menyita banyak waktu. Namun kamu tidak perlu khawatir, karena biasanya praktikum banyak terdapat di semester-semester awal dan akan berkurang jumlahnya seiring bertambahnya jumlah semester. Karena ini pula, mahasiswa jurusan biologi sering disebut kuper alias kurang pergaulan karena harus berkutat dengan laporan yang menumpuk. Berdasarkan pengalaman, dalam satu minggu bisa lebih dari 5 laporan yang harus diserahkan. Jadi, jangan kaget kalau pas semester awal sering menghabiskan weekend dengan laporan dan tugas.