Tips Mendapat IPK Bagus

Tidak dipungkiri bahwa salah satu hal yang banyak didambakan oleh mahasiswa adalah mendapat nilai atau IPK yang bagus dan memuaskan. Bahkan, tidak jarang mahasiswa yang lulus dengan predikat Cumlaude dipandang ‘wah’ oleh banyak orang. Selain itu, orang tua mana yang tidak bangga jika anaknya dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu dengan predikat yang membanggakan?

Oleh karena itu, tidak heran jika IPK yang bagus menjadi dambaan bagi banyak mahasiswa. Namun, terkadang keinginan dan kenyataan tidak berjalan beriringan. Karena, rupanya ada beberapa faktor di lapangan saat berkuliah yang tidak bisa dikendalikan. Ya, dunia perkuliahan tidak seperti dunia sekolah yang kurang lebih dijalani selama 9 tahun sebelumnya. Di dunia perkuliahan, mahasiswa dituntut untuk lebih bertanggung jawab dan mandiri. Tidak ada lagi hukuman karena tidak mengerjakan tugas sebagaimana di sekolah yang sering mendapat hukuman saat tidak mengerjakan PR. Secara mandiri, mahasiswa harus menyadari tugas dan kewajibannya sebagai mahasiswa.

 

Nah, bagaimana sih agar nilai IPK memuaskan? Perhatikan tips berikut ini.

1. Raih IPK Setinggi-Tingginya pada Semester Awal

Kenapa harus di semester-semester awal? Berdasarkan fakta di lapangan, pertama, pada semester awal mata kuliah yang diajarkan banyak yang bersifat umum dan mengulang beberapa mata pelajaran yang pernah diajarkan di sekolah sebelumnya. Misalnya, kalian masih menjumpai pelajaran yang tidak spesifik berhubungan dengan jurusan atau bidang studi. Nah, tentu saja, karena sifatnya mengulangi, maka materi yang ada di dalamnya termasuk yang masih mudah dan tidak dalam seperti halnya jurusan atau bidang studi yang diambil. Di sini adalah kesempatan bagus buat kalian yang ingin mendapat nilai IPK bagus.

Kedua, pada awal perkuliahan, semangat dan euphoria menjadi mahasiswa baru masih sangat terasa, sehingga belajar, diskusi, dan berinteraksi dengan teman baru membawa kesan tersendiri. Kalian harus bisa memanfaatkan momen ini untuk mendulang nilai setinggi-tingginya. Ketiga, jumlah mata kuliah pada semester awal yang diambil belum sebanyak pada semester pertengahan atau akhir. Sehingga, jumlah mata kuliah pembagi juga belum banyak. Keempat, selain kuliah, biasanya mahasiswa disibukkan dengan kegiatan lain yang cukup menguras waktu, tenaga, maupun pikiran. Misalnya, menjadi ketua atau pengurus organisasi jurusan atau kampus. Tentu saja, ini akan menyita banyak waktu sehingga semangat dan energi untuk kuliah cenderung terbagi. Pada masa ini, mahasiswa sangat sulit mempertahankan IPK, apalagi meningkatkan. Meskipun IPK penting, tetapi prestasi dan pengalaman non-akademik juga sangat penting. Jadi, jika IPK mu pada semester awal sudah bagus, kalian bisa lebih santai dalam mengikuti berbagai organisasi di kampus.

2. Menjadi Asisten Dosen

Banyak keuntungan yang bisa kalian dapatkan dengan menjadi asisten dosen. Salah satunya adalah, kalian bisa mengingat dan mengulangi mata kuliah yang telah diambil dengan membimbing adik-adik tingkatmu. Saat membimbing mereka, tentu saja kalian dituntut untuk memahami mata kuliah yang kalian ajarkan, sehingga kalian termotivasi untuk belajar kembali. Ini sangat bermanfaat mengingat beberapa mata kuliah memang memiliki hubungan dan bersifat melanjutkan mata kuliah pada semester berikutnya. Selain itu, kamu juga akan lebih mudah berdiskusi dengan dosen jika mengalami kesulitan.

3. Menjadi Tuntor Freelance Sesuai Bidang Studi

Hampir sama dengan menjadi asisten dosen, menjadi tutor freelance adalah salah satu cara mudah agar kalian tetap mengingat berbagai materi yang telah di ajarkan di meja kuliah. Dengan terus menerapkannya, secara tidak sadar hal itu merupakan momen belajar diluar jam belajar reguler. Jika sewaktu-waktu kamu memerlukan teori atau memerlukan jawaban saat ujian, ingatan saat mengajar sebagai tutor akan sangat membantu. Tentu saja, kalian juga bisa mendapat tambahan uang jajan dari kegiatan ini.

4. Mengambil banyak Mata Kuliah Pilihan

Mata Kuliah Pilihan banyak diibaratkan sebagai dewa penyelamat. Ya, karena biasanya jumlah mahasiswa yang mengambil mata kuliah pilihan tidak sebanyak mata kuliah wajib dan umum. Sehingga, proses transfer ilmu di dalam kelas berjalan lebih efektif. Selain itu, mata kuliah pilihan biasanya adalah yang diminati, sehingga dalam menjalaninya akan lebih semangat. Hal ini berdampak pada nilai akhir yang diperoleh. Tentu saja, nilainya cenderung bagus. Pun, kalau jumlah SKS yang diambil sudah mencukupi, kalian bisa menghapus nilai mata kuliah pilihan yang menurutmu kurang bagus dan berdampak buruk bagi IPK-mu. Penghapusan ini bisa diurus di bagian akademik di kampusmu.

5. Bersungguh-Sungguh Mengerjakan Tugas Akhir

Jika pada semester awal belum mendapat nilai yang tinggi, biasanya memang agak sulit untuk meningkatkan nilai IPK secara signifikan. Ingat, sulit bukan berarti tidak bisa. Satu-satunya harapanmu untuk meningkatkan IPK di semester akhir adalah nilai tugas akhir. Tugas akhir memiliki banyak SKS, biasanya berkisar antara 6 sampai 8 SKS. Jika kamu bisa mendapat nilai A, bisa dipastikan IPK mu bakal meningkat. Namun, beda cerita jika nilaimu mendapat B atau B-, ini akan secara drastis menurunkan IPK mu. Sehingga, bersungguh-sungguhlah dalam mengerjakan tugas akhir.